• (0281) 636751,630463,634424
  • agroteknologi@ump.ac.id
  • Jl. Raya Dukuhwaluh
    Kec.Kembaran Banyumas

Bioteknologi konvensional “nata de coco”

Rate this item
(0 votes)

Pemanfaatan limbah pengolahan kelapa berupa air kelapa merupakan cara mengoptimalkan pemanfaatan buah kelapa. Limbah air kelapa baik digunakan untuk substrat pembuatan nata de coco. Nata de coco merupakan hasil inovasi bioteknologi melalui proses fermentasi air kelapa dengan bantuan aktivitas bakteri Acetobacter xylinum.

Bakteri Acetobacter xylinum akan dapat membentuk nata jika ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan karbon dan nitrogen melalui proses terkontrol acetobacter xylinum dalam pertumbuhan dan aktivitasnya membentuk nata memerlukan suatu media yang tepat sehingga produksi nata yang dihasilkan dapat secara optimal. Dalam kondisi demikian, bakteri tersebut akan menumbuhkan enzim akstraseluler yang dapat menyusun gula menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Dari jutaan renik yang tumbuh pada air kelapa tersebut, akan dihasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang akhirnya nampak padat berwarna putih hingga transaparan, padat, kokoh, kenyal, dan rasanya mirip kolang kaling. Dalam air kelapa terdapat berbagai nutrisi yang bisa dimanfaatkan bakteri penghasil nata de coco. Nutrisi yang terkandung dalam air kelapa antara lain : gula sukrosa 1,28%, sumber mineral yang beragam antara lain Mg2+ 3,54 gr serta adanya faktor pendukung pertumbuhan yang merupakan senyawa yang mampu meningkatkan pertumbuhan bakteri penghasil nata. Nata yang dihasilkan tentunya bisa beragam kualitasnya. Kualitas yang baik akan terpenuhi apabila air kelapa yang digunakan memnuhi standar kualitas bahan nata, dan prosesnya dikendalikan dengan cara yang benar.

 

                Mulanya pembuatan nata de coco hanya ditingkat industri rumahan di Filipina. Di Indonesia sendiri, nata de coco mulai dicoba pada tahun 1973 dan mulai dikenalkan pada tahun 1975. Produk ini mulai dikenal luas dipasaran sejak tahun 1981. Selanjutnya nata de cocodikembangkan sebagai salah satu komoditas ekspor ke berbagai negara non tropis aeperti Jepang, Amerika Serikat, dan negara – negara di Eropa. Produk ini bnayka digunakan sebagai campuran es krim, coktail buah, sirup, dan makanan ringan lainnya. Dilihat dari segi gizinya nata de cocotidak berarti apa – apa karena produk ini sangat miskin gizi. Hal ini dikarenakan kandungan gizi (khususnya energi) yang sangat rendah, yang sedang diet. Keunggulan lain dari produk ini adalah tingginya kandungan serat kasar yang mengandung kalori rendah dan lemak rendah yang dapat membantu mengurangi terjadinya obesitas dan penyakit jantung. Tingginya kandungan serat pada nata de coco dapat membantu orang – orang yang mengalami masalah pencernaan. Nata de coco akan sangat bermanfaat jika dikonsumsi secara tidak berlebihan dan sesuai takaran yang dianjurkan.

Alamat